Sabtu, 14 November 2009

Bila waktu berakhir (1)

"Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara..
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu..
bila saatnya waktu terhenti..
masihkah ada jalan bagimu ..
untuk kembali mengulang ke masa lalu..

dunia ...dipenuhi dengan hiasan...
semua dan segala yang ada akan kembali padanya...
bila waktu telah memanggil...
teman sejati hanyalah amal...
bila waktu telah terhenti teman sejati tinggallah sepi.."

Lirik lagu yang dilantunkan Opick diatas..
benar-benar menggetarkan jiwa raga , melunakan hati dan melembutkan sukma. Dan benar bahwa dari sebuah buku yang kubaca menyatakan dengan mengingat kematian dapat membuat kita jauh dari angan-angan dunia.

Terasa sekali bahwa, ada waktu-waktu saat dunia berada disamping kita , saat itu kita merasa hebat dan bangga dengan yang kita punya. Namun, pernah juga kita akan merasa dunia ini kejam dan tidak adil kepada kita. Kadang aku bertanya-tanya dalam hati, "Apakah hakikat hidupku didunia?" , Rutinitas kuliah terkadang membuat ku bertanya "Apakah hidupku saat ini cuma untuk ini?".
Kalau tiba-tiba bus yang aku tumpangi kecelakaan ,terbalik ataupun terbakar. Lalu cuma sampai disinikah hidupku. Aku belum berbuat apa-apa untuk orang-orang yang aku cintai. Bagaimanakah mereka jika malaikat maut melakukan tugasnya dengan sangat profesional. Apakah dayaku, Bagaimana dengan tanggung jawab dan amanah sedang dilimpahkan kepadaku.

"Sampai kapankah aku diberi waktu?"
Sungguh tiadalah daya manusia jika Allah sudah berkehendak. Baru saja beberapa hari yang lalu , Ayahanda dari seorang temanku menghadapNya. Kejadiannya sungguh diluar dugaan. Ketika kami sedang belajar dikelas ia mendapat telpon yang mengabarkan bahwa Ayahnya telah tiada karena kecelakaan. Padahal paginya mereka baru saja berbincang-bincang.
Itulah kekuasaan Allah. Mau dikata apa manusia kewajibannya hanyalah bertaqwa kepada Allah.

Alqur'an pun telah menjelaskan tentang kemustahilan mengobati kematian.Jika maut sudah menelusup didalam jasad seseorang ,maka dokter dan berbagai macam obat tidak akan bisa menyembuhkannya.

Bacalah ayat ini dengan seksama, dan renungilah maknanya secara mendalam hingga airmata mencair dari peraduannya,

"Sekali-kali jangan.Apabila nafas telah mendesak sampai kekerongkongan.Dan dikatakan kepadanya:'Siapakah yang dapat menyembuhkan?' Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia).Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan).Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau." (Al-Qiyamah :26:30)

lalu,

Adakah pemuda dimasa ini memiliki gadis penjaga
Ataukah pemandian kematian selalu menantinya[].

dan jawabannya adalah sama-sama dapat kita ketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar